Medan, 20 Mei 2026 — Balai Diklat Industri Medan melaksanakan kegiatan Klasikal I Inkubator Bisnis Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung pada 20–22 Mei 2026 di Balai Diklat Industri Medan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pengembangan pelaku usaha agar mampu meningkatkan kapasitas bisnis, inovasi produk serta daya saing usaha di era industri modern.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Diklat Industri Medan, Chairil Almy, S.T., M.Si., Ph.D. yang dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Ketua Tim Inkubator Bisnis, Simon Petrus Sebayang, S.Si, M.Si. Setelah pembukaan, peserta memperoleh pengarahan terkait pelaksanaan program dari Tim Inkubator Bisnis.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai validasi model usaha berbasis Business Model Canvas (BMC), penguatan branding dasar dan identitas produk, serta pengembangan dan inovasi produk. Materi disampaikan oleh narasumber profesional yaitu Dr. Rizky Putra, SE., M.Si dan Arasy Ayu Setiamy, SE., M.M. Kegiatan juga dilengkapi dengan sesi klinik BMC, branding, dan pengembangan produk untuk memperdalam pemahaman peserta terhadap strategi pengembangan usaha.
Memasuki hari kedua, peserta dibekali materi manajemen keuangan, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), penentuan harga jual, manajemen stok bahan baku dan persediaan, hingga penyusunan SOP dasar produksi dan alur kerja produksi. Materi tersebut disampaikan oleh Ika Ornella Br. Silalahi, SE., M.M. Selain itu, peserta juga mengikuti sesi coaching dan review bersama Tim Inkubator Bisnis guna mengevaluasi perkembangan model usaha masing-masing peserta.
Sementara itu, pada hari ketiga, kegiatan difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia dan operasional usaha yang dibawakan oleh Habibie, serta materi kemasan produk dan label dasar oleh Desmawaty Sihombing, SE. Peserta juga memperoleh kesempatan mengikuti klinik kemasan produk untuk meningkatkan kualitas tampilan dan identitas produk usaha mereka.
Adapun tenant terpilih pada Program Inkubator Bisnis Tahun 2026 yaitu Segala Tempe dan Dapoer Ummi Zee. Pada kesempatan ini, tenant yang diresmikan yakni Segala Tempe dengan produk unggulan berupa tempe fresh, kulit kering, serta olahan turunan keripik tempe. Selain itu, turut diperkenalkan Dapoer Ummi Zee dengan produk homemade berupa burger dan kebab.
Melalui kegiatan ini, Balai Diklat Industri Medan berharap para peserta mampu mengembangkan usaha secara lebih terstruktur, inovatif, dan berkelanjutan sehingga dapat menciptakan produk yang kompetitif dan memiliki nilai tambah di pasar industri.