Medan, 5 Februari 2026 — Balai Diklat Industri (BDI) Medan menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI, bertempat di Ruang Garuda BDI Medan. Kunjungan ini dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Bapak Ir. Lamhot Sinaga, selaku Ketua Tim, dengan agenda diskusi dan pembahasan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) industri menuju industri hijau dan berkelanjutan. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Komisi VII DPR RI, Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian, kepala BDI Medan, Kepala PUSDIKLAT SDMI , Direktur PTKI Medan, Kepala BSPJI Medan, Perwakilan PT Gagas Energi Indonesia pimpinan dan para undangan terkait.
Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian, Ir. Doddy Rahadi, MT, dalam paparannya menyampaikan bahwa BDI Medan menunjukkan komitmen kuat dalam menyiapkan SDM industri yang kompeten. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir hingga tahun 2025, BDI Medan telah menyelenggarakan berbagai program pelatihan dan inkubator bisnis dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 13 ribu orang yang sebagian besar telah terserap di industri mitra. Capaian ini menjadi bukti kesiapan BDI Medan dalam mendukung kebijakan Kementerian Perindustrian, termasuk pembangunan industri hijau.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Ir. Lamhot Sinaga, menegaskan bahwa BDI Medan memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM industri, khususnya di wilayah Sumatera Utara. Menurutnya, pengembangan industri hijau membuka peluang terciptanya green jobs yang tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Namun demikian, transisi menuju pekerjaan hijau memerlukan kesiapan SDM melalui pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi kompetensi yang relevan.
Dalam kesempatan tersebut juga dibahas strategi penguatan SDM industri hijau yang meliputi pemetaan kebutuhan keterampilan hijau, penyusunan standar kompetensi, integrasi kompetensi hijau dalam pendidikan vokasi, serta penguatan kerja sama antara industri, lembaga pendidikan, dan pemerintah. BPSDMI turut menjalankan berbagai program strategis, seperti pengembangan pendidikan vokasi berbasis dekarbonisasi, sertifikasi green skills, hingga kolaborasi dengan mitra industri dan program internasional.
Melalui kunjungan kerja ini, Komisi VII DPR RI mendorong adanya sinergi kebijakan, regulasi, dan dukungan anggaran untuk mempercepat transformasi SDM industri hijau. Penguatan SDM industri hijau dinilai menjadi kunci penting dalam mendukung daya saing industri nasional serta pencapaian target pembangunan industri yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.